Jumat, 07 Februari 2014

Laporan Praktikum Mikrobiologi - PEMERIKSAAN AIR SECARA MIKROBIOLOGI

PEMERIKSAAN AIR SECARA MIKROBIOLOGI

SMK NEGERI 7 BANDUNG - KIMIA INDUSTRI 

Tujuan :
1.      Siswa diharapkan dapat mengukur derajat pencemaran.
2.      Siswa diharapkan dapat menganalisa bakteri golongan coli dengan cara Presumtif  Test, Confirmed Test, dan Completed Test.
3.      Siswa diharapkan dapat memeriksa kualitas air secara mikrobiologi.

DasarTeori :
            Pemeriksaan mikrobiologi sangat penting dilakukan mengingat air merupakan sumber kehidupan utama bagi semua makhluk hidup. Segala macam air perlu mendapat perhatian untuk diperiksa baik secara mikrobiologi,fisik maupun kimia untuk menghindarkan air dari pencemaran.
            Syarat bakteriologi air ditetapkansebagaiberikut :
1.      Tidak boleh mengandung mikroba pathogen
2.      Tidak boleh mengandung mikrobaa pathogen terlalu banyak
Pemeriksaan air secara mikrobiologi baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif dapat dipakai sebagai pengukur derajat pencemaran.Selain kandungan mikroba pencemar air adanya senyawa organik pun perlu mendapat perhatian.
Senyawa organic dalam air selain merupakan bahan  pencemar bila kadarnya melebihi ambang batas, juga merupakan nutrisi bagi mikroorganisme sehingga pertumbuhan mikroorganisme sangat subur. Kandungan mikroba terlalu tinggi dalam air dapat menurunkan kualitas air.
Pemeriksaankualitas air secaramikrobiologimeliputi :
1.      Pemeriksaanjumlah total mikroorganisme
2.      Deteksi da enumerasi terhadap bakteri pathogen shigella dan Salmonella terutama Escherichia Coli
3.      Jumlah perkiraan terdekat bakteri coli : coli umum dan coli fekal
Bakteri golongan koli merupakan indicator terhadap intra bacteriaceae. Bakteri coli dapat dipakai sebagai petunjuk adanya pencemaran oleh manusia maupun hewan.Adanya bakteri coli dalam air identic dengan adanya bakteri pathogen.

Analisa bakteri golongan koli dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut :
1.      Presumtif  test (test pendugaan)
2.      Confirmed test ( tes penentu)
3.      Completed test (tes pelengkap)   

Cara pengambilan sampel air dari kran :
1.      Kran dibuka biarkan air menglir selama 2-3 menit kemudian tutup lagi
2.      Panaskan kran air dengan api sampai keluar uap air dari mulut kran
3.      Buka kran dan biarkan air mengalir beberapa saat
4.   Siapkan botol steril dan lewatkan mulut botol pada nyala api kemudian isi dengan air kran tersebut
5.     Lewatkan lagi mulut botol pada nyala api kemudian tutup dengan penutup steril  yang sebelumnya dilewatkan di atas nyala api.

PENENTUAN JUMLAH TOTAL MIKROORGANISME AIR
Alatdanbahan :
·         Cawan petri steril
·         Pipet ukur 1 ml
·         Tabung reaksi steril
·         Erlenmeyer steril 250 ml
·         Gelas kimia 250 ml
·         Batang pengaduk
·         Kaca arloji
·         Corong
·         Gelas ukur 50 ml
·         Autoklaf
·         Incubator
·         Media NA steril
·         Sampel air

Cara kerja :
1.      Encerkan sampel air 1.000.000 kali sebagai berikut :
a.      Ambil 1 ml sampel air masukkan kedalam 99 ml aquadest steril dalam labu Erlenmeyr, kocok, beritanda 10-2  
b.  Dengan pipet steri yang baru ambil 1 ml suspense air dari labu 10-2 masukkan kedalam Erlenmeyer  lain yang berisi aquadest streril 99 ml, kocok, beri tanda 10-4
c.     Ambil 1 ml dari labu 10-4 masukan ke dalam labu Steril yang lain yang berisi 99 ml aquadest steril, kocok, bertanda 10-6
d.   Dengan pipet steril ambil 0,1 ml dari labu 10-4 masukan ke dalam cawan petri steril cawan kemudian diberi label. Dengan pipet steril baru ambil suspense dari labu
10-6 1 ml masukkan ke dalam cawan petri steril yang lain, beri label.

2.      Masukkan media NA steril ke dalam cawan yang berisi suspense sampel tadi
3.     Kocok homogeny dengan cara menggoyang cawan kekiri dan kekanan, kedepan dan kebelakang sebanyak lima kali.
4.               Inkubasi dalam suhu kamar selama 5 hari
5.               Hitung koloni bakteri yang tumbuh setiap harinya dari kedua pengenceran tersebut
6.               Nyatakan dalam CFU/ml 

PENGAMATAN
a.       Menggunakan metoda TPC
Kami menggunakan metoda pour plate.
Deskripsi koloni terisolir yang diamati pada pour plate dari pembiakan murni
ORGANISME
AIR SAMPEL
Topografi  koloni
Irreguler
Konsistensi koloni
Tidak konsisten
Tepaian koloni
Irreguler wavy
Perubahan warna media
Tidak berubah (tetap)
Warna koloni
Putih gading
Jumlah pertumbuhan
++++ (4+)

a.10-2b.10-3c.10-4 d.10-5 
e. 10-6



   Pengenceran    10-2                  10-3              10-4                                10-5                    10-6

1.1 gambar koloni pada media NA

b.      Jumlah total mikroba
TNTC , karena jumlah koloni lebih dari 300 koloni




DETEKSI KEHADIRAN SHIGELLA DAN SALMONELLA
AlatdanBahan :
·         Media tetrationat Broth 10 ml
·         Media SS agar
·         Cawan petri steril
·         Swab steril
·         Sampel air
·         Reagenpewarnaan gram
·         Media kaldu urea
·         Media kaldulaktosa, kaldumanitol, kaldusakarosa, kaldu maltose, kaldudekstrose


Cara Kerja :
1.      Celupkan swab ke dalam sampel air dan biar kan selama 30 menit
2.      Celupkan swab tadi kedalam tetrationat broth
3.      Inkubasi selama 24 jam pada suhu 30° C
4.      Gesekkan swab yang telah diinkubasi pada media SS agar dalam cawan petri steril
5.      Inkubasi selama 24 jam pada suhu 37° C
6.      Lakukan pewarnaan gram terhadap bakteri yang diduga Shigella Salmonella yang tumbuh pada SS agar
7.      Tanam bakteri yang tumbuh pada SS agar kedalam medium deret gula dan urea
8.      Inkudasi pada suhu 37° C selama 24-48 jam
9.      Untuk mengetahui jenis mikroba yang dimaksud cocokan hasil yang diperoleh dari masa inkubasi dan dari hasil pewarnaan gram dengan karakteristik yang dimiliki oleh Shigella dan Samonella

PENGAMATAN
Larutan air sempel yang mulanya berwarna tidakberwarna, diinkubasi selama 24 jam larutan air sempel menjadi warna putih gading dan terdapat sedikit endapan putih.


1.1  Gambar tabung untuk menditeksi shigella Salmonella, warna media putih gading ada endapan putihnya



1.2 gambar deteksi shigella shalmonela pada media agar SS agar, warna media hijau, wana koloni hijau metallic .
Jadi, sudah jelas terdapat bakteri Shigella dan Salmonella
          

PENENTUAN NILAI JPT/MPN BAKTERI Coli

Bahan dan Alat :
1.      6 tabung media laktosa tunggal
2.      3 tabung media laktosa ganda
3.      15 ml media EMB agar
4.      Reagen pewarnaan gram
5.      Sampel air

Cara Kerja :
Presumtive test :
Siapkan media laktosa tunggal dan media laktosa ganda

Membuat media laktosa tunggal :
·         Timbang 8 gram beef extract, 5 gram pepton, 5 gram laktosa
·         Larutkan beef extract dan pepton dalam aquadest dan didihkan, angkat
·         Tambahkan laktosa dan indsikator BCP 1% sebanyak 0,8 gram
·    Setelah homogeny masukkan kedalam tabung reaksi yang berisi tabung durham dengan posisi terbalik, tutup dengan kapas berlemak
·         Sterilkan dengan  autoklaf pada suhu 121° C tekanan 15 psi selama 15 menit

Membuat media laktosaganda :
·         Timbang beef extract 6 gram, pepton 10 gram, laktosa 10 gram
·         Cara pembuatan sama dengan media laktosa tunggal
·         Siapkan BCP 1% 1,6 ml
1.      3 tabung laktosa tunggal inokulasi dengan 0,1 ml sampel air
2.      3 tabung laktosa tunggal inokulasi dengan 1 ml sampel air
3.      3 tabung  laktosa ganda inokulasi dengan 10 ml sampel air
4.      Inkubasi pada suhu 37° C selama 24 jam

5.      Amati perubahan yang terjadi yang menunjukan adanya fermentasi laktosa oleh bakteri Coli terutama Escherichia coli. Amati pertumbuhan yang terjadi pada tabung durham dan terbentuknya asam dan menggunakan indicator universal
6.      Hitung jumlah tabung yang menunjukan reaksi positif
7.      Cocokan dengan table dan tentukan MPN nya
8.      Bila masa inkubasi 24 jam menunjukan negative inkubasi dilanjutkan menjadi 48 jam
9.      Amati kembali dengan cara yang sama

PENGAMATAN
Presumtive test (ujipendugaan)
Presumtive test dilakukan dengan  cara MPN (Most Protable Number) yaitu 3 seridengan 3 tabung LBDS dan 6 tabung LBSS (0,1dan 0,01). Perubahanwarnapada air sempel hijau kekuningan di inkubasi selama 24 jam air sampel menjadi warna kuning keorangean.
Terdapat gas sebanyak :
3 tabung dalam LBDS 101
3 tabungdalam LBSS 10-1
2 tabungdalam LBSS 10-2
Jadi, 3 : 3 : 2
Harga MPN nya adalah 1100



Confirmed Test
1.      Ambil salah satu tabung yang positif terutama inkubasi yang selama 24 jam
2.      Tanam pada media EMB agar dengan teknik pour plate
3.      Inkubasi selama 2×24 jam
4.      Amati koloni yang tumbuh EMB terutama koloni berwarna merah muda kehijauan dengan kilat metalik
5.      Koloni warna tersebut periksa dengan pewarnaan gram
6.   Jika ditemukan bakteri basil langsung warna merah muda (gram negative) artinya sampel air yang dianalisa positif tercemar bakteri golongan coli

PENGAMATAN
  10 ml 1 ml
 0,1 m


1.1 gambardalambentuk media EMB
Warna media merah metallic , dengan warna koloni pink berlendir

Pada media EMB terdapat satu koloni yang berwarna merah muda dengan kilat metalik dan berlendir. Memiliki morfologi fliamentuous branched. Menandakan bahwa air positif tercemar coliform.

PEWARNAAN GRAM ( Sigella/Sallmonela)

Ditemukan bakteri sigella yang berwarna merah muda (bakteri gram negative) artinya sampel air yang dianalisa positif tercemar bakteri golongan coli.



1.1 Pewarnaan gram Shigella dan Salmonella, bakteri berbentuk batang langsing berwarna pink ,dan terdapat flagel



Completed Test
1.      Koloni warna tadi diinokulasi lagi kedalam media kaldu laktosa
2.      Inkubasi pada suhu 37° C selama 2×24 jam
3.      Bila hasilnya sama seperti pada presumyif test maka penelitian anda benar
4.      Untuk membedakan bakteri golongan koliumum dan kolifekal buat pekerjaan diatas secara duplo (rangkap 2)
5. Satu seri inkubasi pada suhu 37° C (untuk golongan koli tidak akan tumbuh padasuhu 37° C) dan satu seri padasuhu 44,5° C (golongan coli fekal tumbuh baik pada suhu 44,5° C)




1.1 gambar tabung completed test di inkudasi dalam suhu 37° C





1.2 gambar tabung completed test di inkubasi dalam suhu 44,5° C

     Deteksi dalam completed test yang di inkubasi dalam 24 jam dengan suhu 37° C, terbentuk gas pada tabung durham, artinya dalam sampel air yang terdapat dalam tabung tercemar oleh bakteri coli fekal.
     Deteksi dalam completed test yang di inkubasi dalam 24 jam dengan suhu 44,5° C, juga terbentuk gas pada tabung durham artinya dalam sampel air tersebut positif tercemar bakteri coli non fekal.


Kesimpulan :
Setelah melakukan analisa air , terdapat bakteri coliform yang bersifat non fekal . Dan, terdapat bakteri Shigella dan salmonella dalam sampel air tersebut . Serta, terdapat jumlah koloni = 1100/100 ml sampel.




        Praktikan                                                                        Guru Pembimbing


                                     

1 komentar:

Anonim mengatakan...

pas bikin media laktosa tunggal sama ganda itu. komposisi segitu untuk berapa ml?? atau iti komposisi dalam seliter?