Kamis, 06 Februari 2014

Contoh Drama Berikut Analisis Drama nya Bagian 2

ANALISIS DRAMA
·         Unsur Intrinsik
·         Tema : Kehidupan Remaja

·         Tokoh :   - Bapak Anton
- Laura
- Lathif
- Azmi
- Ibu Indri
- Hari
- Ari
- Polisi
- Penculik
- Teman Lathif
- Teman Laura 1
- Teman Laura 2

·         Penokohan :
- Bapak Anton    : Egois, licik, Tamak, Sombong (Antagonis)
- Laura                 : Sombong, Suka menghambur-hamburkan uang,  tetapi baik  (Protagonis)
- Lathif                : Baik, tidak suka pamer, (Protagonis)
- Azmi                 : Baik, tidak sombong, Penyabar, (Protagonis)
- Ibu Indri           : Baik, Sayang terhadap anak-anaknya, (Protagonis)
- Hari                   : Baik, Penolong, Tidak Sombong (Protagonis)
- Ari                     : Rekan Kerja pak anton, baik, patuh (Protagonis)
- Teman Lathif    : Baik, Perhatian kepada temannya, (protagonis)
- Teman Laura 1 : Baik, (Protagonis)
- Teman Laura 2 : baik, (Protagonis)







·         Alur

1. Situation
Cerita diawali dengan dialogue antara bapak anton dan ari (assistan bapak anton), mereka berbicara tentang uang pelicin yang diberikan kepada masyarakat, untuk memilih bapak anton sebagai gubernur di daerah mereka. Karena dengan kekayaannya, bapak anton bisa melakukan apa saja, oleh karena itu Bapak anton meghalalkan segala cara supaya terpilih sebagai gubernur.
Setelah pembicaraan antara bapak anton dan ari selesai, datanglah 2 anaknya yaitu laura dan lathif yang akan pergi ke sekolah, dengan mudahnya bapak anton memberikan mereka uang bekal yang sangat besar, laura menerimanya, tetapi tidak dengan lathif, dia menolaknya dengan alasan, uang bekal yang kemarin masih ada. Azmi (kakak tertua) datang, lalu sesaat mereka akan pergi ke sekolah, mereka diberi uang lagi oleh ayahnya untuk membeli mobil yang baru, azmi pun angkat bicara, dengan kesopanannya dan kelembutan hatinya dia bilang “Pah,buat apa beli mobil baru, mobil yang lama juga masih bagus di gunakan, jangan menghambur-hamburkan uang pah, lebih baik uang itu di sedekah kan saja. Tetapi bapak anton tidak setuju dia malah balik memarahi azmi, “Kamu tau apa sih tentang uang hah!!! udah tugas kamu tuh cuma pake uang itu dan kamu tidak perlu menceramahi papah!!!. Dan setelah itu mereka pun pergi ke sekolah dan juga kampusnya.

2. Generating
Di sekolah, Lathif (anak ke 2) dari keluarga bapak anton, menjadi sering melamun, dia memikirkan ayahnya. Lalu tiba-tiba teman lathif datang, dia bertanya “Wooyy dicariin kemana mana taunya diem disini.ngelamun aja loe.. ada apa kawan? ceritakanlah, tumpahkanlah semua kesedihanmu, biar ku sandarkan pundak ini untukmu”. Lalu Lathif menjawab, “Gua lagi mikirin Keluarga gua bro. Terutama bokap gua. Gua ngerasa tambah ngga nyaaman dengan keadaan di rumah. Lathif pun menceritakan semua kegelisahannya kepada temannya.
Di tempat lain, azmi yang sedang duduk-duduk di kampusnya sambil menunggu buka puasa, tiba-tiba didatngi oleh seorang laki-laki, singkat cerita mereka pun berkenalan, tak terasa hari pun sudah gelap, dan azmi pun segera berpamitan kepada hari, karena takut dimarahi oleh ayahnya.

3. Rishing Action
Malam harinya, anak-anak dari keluarga bapak anton, baru tiba di rumah nya, saat azmi datang, lalu ditanya oleh ayahnya, “Dari mana kamu azmi ?”, azmi pun menjawab habis buka puasa dengan hari, ternyata ibu indri tahu bahwa hari itu adalah artis terkenal. setelah itu azmi bertanya kepada ayahnya “Pahhh.. gimana soal pemilihan itu ?” ayahnya menjawab, “Papah juga gak tau, stress mikirinnya”, azmi pun membalas pernyataan ayahnya tadi, “Anggap itu sedekaah saja pah...”, bapak anton tidak terima dengan perkataan azmi, lalu bapak anton pun marah kepada azmi, Azmi pun masuk kamar sambil memasang wajah sedih akan sifat papahnya.
Keesokan harinya, bapak anton meminta azmi, untuk mengundang hari datang ke rumahnya, kareana ada hal yang ingin dibicarakan. Azmi pun mengiyakan perintah itu, tak lama hari pun datang kerumah keluarga bapak anton. Hari pun langsung dipersilahkan duduk oleh ayahnya. Lalu bapak anton menawarkan sebuah kerja sama antara hari dan bapak anton, tetapi hari menolak dengan alasan karena itu bukan profesinya, bapak anton terus membujuknya, tetapi hari terus menolaknya. Kesabaran bapak anton pun habis, dan langsung marah kepada hari dengan memaki-makinya dengan perkataan yang kotor. Hari pun diusir dari rumahnya, karena kesal dengan penolakan kerja samanya dengan hari.
            4. Klimaks
                                    Sore harinya, ketika lathif sedang menonton tv, siaran pemilihan gubernur pun ditayangkan, lathif  pun cepat-cepat memamggil ayahnya, dan ternyata bapak anton kalah suara dan hanya mendapat perolehan 100 suara. Bapak anton pun kaget dan merasa sangat kecewa, dan tiba-tiba dari acara televisi tersebut, dikatakan bahwa bapak anton terbukti telah melakukan korupsi. Bapak anton pun kaget dan takut, akan polisi yang akan mencarinya kerumahnya. Tak lama kemudian ada seseorang yang mengetok pintu rumah keluaga bapak anton, dan ternyata itu polisi. Dan tertngkap lah bapak anton oleh polisi.
                                    Dilain waktu azmi, menerima telepon dari polisi yang mengatakan bahwa ayahnya telah ditangkap polisi, sesaat setelah menerima telepon itu, tiba-tiba ada seseorang yang menyekap azmi dari belakang, azmi pun dibawa ke sebuah gudang tua. Tak lama azmi pun kembali sadar, dan melihat tangan nya sudah diikat. Azmi berteriak-teriak dan bertanya-tanya, ternyata dia adalah laki-laki dimasa lalunya yang telah sakit hati karena perlakuan azmi yang pernah sombong. Azmi berteriak-teriak dan meronta-ronta. Lalu tiba-tiba datanglah hari teman azmi, dan perkelahian anatara sang penculik dan hari pun dimulai.
Akhirnya hari bisa melumpuhkan para penculik itu, walaupun dengan penuh luka dibadannya. Setelah itu hari menyatakan cintanya pada azmi, awalnya azmi tak percaya, tapi setelah ahari menjelaskannya azmi pun menerima cintanya hari.
            5. Denaument
            Setelah kejadian itu, mereka pun pergi ke kantor polisi untuk menjenguk ayahnya Azmi. Sesampainya di kantor polisi azmi pun bertemu dengan ayahnya, dan bapak anton pun meneceritakan semuanya kepada azmi dan juga hari, dan bapak anton meminta maaf kepada hari, karena perlakuannya di hari kemarin. Azmi pun menelpon adiknya untuk datang ke panjara, untuk menjenguk ayahnya. Datanglah Laura, lathif dan juga istrinya bapak anton inu indri.
                                    Lathif pun berkata kepada ayahnya, “pahh, jujur aku sudah lelah dengan kehidupan ini, yang penuh dengan kekotoran, aku ingin papah berubah, walaupun sederhana, tetapi penuh dengan cinta, itu akan  membuat kami nyaman dan bangga menpunyai seorang papah yang seperti itu.”. Dan ibu Indri pun berkata, “mari pah, kita rubah lagi dan bangun keluarga kita dari nol, dan mulai hidup bahagia, karena tidak ada kata terlambat. Dan Pak anton menyetujuinya, dan mau bertobat.
·         Latar
1. Tempat              : Di rumah, Disekolah, Di kantor polisi, Di gudang tua,
2. Waktu               : Pagi hari, Siang hari, Sore hari, Malam hari
3. Suasana              : Sedih, Senang, Tegang

·         Sudut Pandang
Sudut Pandang dalam drama ini adalah sudut pandang orang ke 3.

·         Gaya Bahasa :
Penggunaan bahasa yang digunakan dalam drama ini adalah bahasa sehari-hari yaitu bahasa indonesia, tetapi tidak baku.

·         Majas
1. Ahh tidak yah aku nggak menginginkan apa apa : Majas Pleonasme
2. Ada apa kawan? ceritakanlah,tumpahkanlah semua kesedihanmu biar ku sandarkan pundak ini untukmu : Majas Hiperbola
3. Kamu yang bernama hari penyanyi yang terkenal itu : Majas Pleonasme
4. Sombong banget sih baru jadi artis terkenal aja, lagamu sudah besar : majas Pleonasme
5. Hahhh pappah bangkrut.... pecat saja aku menjadi anakmu pah : Majas Hiperbola
6. Aku adalah orang yang pernah kau sakiti oleh kesombonganmu : Majas Hiperbola
7. Aku sudah lama memendam perasaan lain sama kamu : Majas Hiperbola
8. Karena aku yakin kalau kamu bisa jadi pelengkap dalam hidup aku dan aku ingin bisa  mengabiskan sisa hidupku bersamamu. : Majas Hiperbola
9. Pahh, jujur aku sudah lelah dengan kehidupan ini yang penuh dengan kekotoran  : Majas Hiperbola
10. Mari pah, kita rubah lagi dan bangun keluarga kita dari nol : Majas Hiperbola

·         Amanat
Pesan yang terkandung dalam sebuah drama ini adalah, bahwa kita  harus sadar dengan semua pemberian nikmat yang tuhan berikan kepada kita, apabila kita sedang diatas kita tidak boleh sombong, dengan menghabiskan uang untuk hal yang tidak jelas, berpoya-poya dan lain-lainnya. Kita juga harus patuh kepada kedua orang tua kita dan menghormatinya, walaupun dalam keadaan apapun orang tua kita.


Bagi yang belum baca Drama nya DISINI

Tidak ada komentar: