Laporan Praktikum Mikrobiologi - Pembuatan Yoghurt


Tanggal Percobaan       : 14 Maret 2012
Percobaan ke                : 12
Judul Percobaan          : PEMBUATAN YOGHURT
Tujuan                          :  1. Dapat membuat yoghurt
   2. Dapat mengimplemestasikan pembuatan yoghurt dalam sehari-
        Hari

Dasar Teori                :
Susu merupakan substat yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme. Disamping memiliki kadar air yang tinggi, susu juga memiliki pH yang netral dan kaya akan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan mikroorganisme.
Golongan mikroorganisme yang umum ditemukan dalam susu adalah bakteri lactobacilus dan Streptococcus. Bakteri ini memiliki kemampuan dalam memfermentasikan susu menjadi asam susu (asam laktat). Adanya kemampuan dari bakteri lactobacillus dan Sreptococccus ini dalam memfermentasi susu dimamfaatkan sebagai dasar dalm proses pembuatan yoghurt. Yoghurt merupakan salah satu jenis minuman yang termasuk ke dalam minuman penyegar.



Alat dan Bahan         :
v  Alat
·         Gelas Kimia 1 liter
·         Gelas Kimia 250 ML
·         pH Indikator
·         Batang Pengaduk
·         Bunsen dan Kaki Tiga
·         Plastik Tahan Panas

v  Bahan
·         Susu Sapi segar sebanyak 1 liter
·         Biakan murni bakteri Lactobaccilus bulgaricus dan Streptococcus menmophilus




Prosedur                    :
1. Panaskan susu yang akan dofermentasikan pada suhu 85-90 derajat C selam 15-30 menit.
2. Aduk terus susu selama pemanasan.
3. Dinginkan susu yang telah dipanaskan sampai suhunya 40-45 derajat C.
4. Setelah dingin masukan biakan Lactobaccilus bulgaricus dan Streptococcus menmophilus
    ke dalam susu yang telah dingin, kira-kira 150 ML.
5. Lalu masukan dalam plastik yang tahan panas.
6. Simpan susu pada inkubasi pada suhu sekitar 43 derajat C selama kurang lebih 3 jam atau
    sampai tercapai pH 4-5.
7. Lalu setelah di inkubasi dinginkan susu yang telah mencapai pH 4-5 dalam
    pendingin(kulkas).
8. Selanjutnya dikemas dalam botol atau tempat air lainnya.


Hasil Pengamatan :
Setelah di inkubasi dan di dinginkan dalam kulkas yoghurt pun selesai dibuat dan siap untuk diminum, dan juga yoghurt tersebut bisa diberi perasa sesuai keinginan kita.






Pembahasan :
Selama pemanasan susu harus selalu diaduk karena agar susu tidak pecah dan agar tidak mengendap di bawah gelas kimia nya. Lalu setelah dipanaskan sampai suhu 85-90° C, selama pemanasan harus selalu dipantau suhu nya,


( Dilihat suhu nya sampai dg 85-90°C)

 Lalu didinginkan, harus didinginkan karena agar pada saat penambahan bibit yoghurt nya, bakteri yang ada pada bibit tidak langsung mati, setelah susu berada pada suhu 40-45° C, lalau ditambahkan bibit yoghurt perlahan-lahan sambil diaduk. Seperti pada gambar dibawah ini.

      
                                               ( Proses pengadukan dengan bibit yoghurt)               




                                                           ( Bibit Yoghurt 150 ML)

Lalu setelah diamasukan bibit yoghurtnya, masukan dalam plastik yang tahan panas, untuk di inkubasi pada suhu sekitar 43°C selama kurang lebih 3-5 jam. Setelah di inkubasi, lalu dimasukan dalam kulkas agar proses pembiakan nya berhenti dan tidak terus-menerus dilanjutkan. Dan setelah didiamkan dakam kulkas selama kurang lebih 1 hari, yoghurt pun siap untuk dinikmati, dan tinggal diberi perasa dan juga pemanis.



Kesimpulan :
“Kami jadi dapat membuat yoghurt yang bik dan benar, dan juga dapat memilih bibit
  yoghurt yang bagus untuk pembuatan yoghurt.”


Daftar Pustaka :
-Buku Petunjuk praktikum Mikrobiologi






Praktikan





                                       (....................................)          (..........................................)      




Guru Pembimbing





( ....................................................)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CONTOH SURAT PENOLAKAN

CONTOH Proposal Pentas seni

LAPORAN BIOTEKNOLOGI PEMBUATAN “SUSU ASAM”